Pulau Mentawai diguncang gempa 7,8 SR, berpotensi timbulkan tsunami

JAKARTA, Indonesia - (UPDATED) Gempa bumi berkekuatan 8,3 skala richter mengguncang Pulau Mentawai, Sumatera Barat pada Rabu, 2 Maret. Menurut Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, gempa bumi ini berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. 

"Gempa terjadi pada pukul 19:49:41, berlokasi di 5.16 Lintang Selatan dan 94.05 Bujur Timur, 682 km Barat Daya, Kepulauan Mentawai," ujar Sutopo melalui pesan pendek yang diterima Rappler pada Rabu, 2 Maret. 

Kedalaman gempa diketahui berada 10 kilometer dari permukaan laut. 

Namun, tak lama setelah itu Sutopo memperbarui informasi kekuatan gempa menjadi 7,8 skala richter dan masih tetap berpotensi menimbulkan tsunami. 

Sementara, potensi tsunami, ujar Sutopo juga bisa saja terjadi di beberapa provinsi lainnya seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darusalam, Bengkulu dan Lampung.

Berdasarkan informasi BNPB, guncangan gempa dirasakan sedang di Padang, sementara di daerah Payakumbuh terasa ringan.

Setelah beberapa sirine tsunami diaktifkan, masyarakat merespon peringatan dini tersebut dengan naik ke shelter atau mencari tempat yang tinggi. Bangunan-bangunan tinggi pun segera digunakan untuk evakuasi.

Namun karena sumber gempa dari sistem patahan Investigator Fracture Zone (IFZ) di Samudera Hindia menyebabkan pergeseran lempeng secara mendasar, sepertinya tidak akan membangkitkan tsunami besar.

Dalam laporan terkini pada pukul 21:30 WIB, kondisi di daratan Sumatera masih aman, sedangkan komunikasi dengam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai masih terus dilakukan.

Belum ada laporan korban jiwa, serta kerusakan dan informasi datangnya tsunami di pantai barat Sumatera mulai dari Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu dan Lampung. BNPB masih terus berusaha memperoleh informasi dari BPBD.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan dia masih terus mencoba untuk menghubungi Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet. Namun sejauh ini belum berhasil. 

Sementara, lalu lintas di ibukota Padang, mengalami kemacetan yang luar biasa karena sebagian besar warga berhamburan menuju ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kemungkinan adanya gelombang tsunami. Jalur komunikasi di Padang sejauh ini masih berfungsi normal. 

Instruksi Presiden 

Presiden Joko Widodo telah mendengar informasi mengenai gempa bumi yang terjadi di bagian barat Pulau Sumatera. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menginstruksikan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera turun ke lapangan dan melakukan langkah-langkah penanganan gempa. 

"Presiden terus memantau perkembangan menit demi menit kondisi di lapangan dan meminta kepada warga di Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat untuk tetap waspada. Sebab, bisa saja ada kemungkinan gempa susulan," ujar tim komunikasi Presiden, Sukardi Rinakit melalui pesan pendek. 

Jokowi diketahui saat ini tengah melakukan kunjungan kerja di Medan, Sumatera Utara. Menurut informasi dari Biro Pers Istana, Jokowi dalam keadaan baik dan tidak ikut merasakan getaran gempa. - Rappler.com

BACA JUGA: