Gereja Kristen Injil Semarang diteror bom

Polisi memasang 'Police Line' setelah meledakkan barang yang dicurigai bom di Semarang, Jawa Tengah. Foto oleh Fariz Fardianto

Polisi memasang 'Police Line' setelah meledakkan barang yang dicurigai bom di Semarang, Jawa Tengah.

Foto oleh Fariz Fardianto

SEMARANG, Indonesia – Gereja Kristen Injil (GKI) Kerajaan Holly Stadium milik mendiang Petrus Agung Purnomo di Jalan Marina Semarang, pada Jumat 15 Juli, mendapat ancaman bom dari orang tak dikenal saat kegiatan ibadah di gereja tersebut sedang libur.

Teror bom tersebut pertama kali dilaporkan pukul 12:30 WIB oleh Sugiyarto, seorang petugas gereja yang curiga setelah melihat kotak merah terlilit kabel tepat di pintu keluar sebelah barat GKI Kerajaan.

"Saya lagi jalan beli makan terus saya lihat itu kirain handycamp tapi setelah saya dekati lagi, ternyata ada kabelnya sama timer yang terpasang di atasnya," kata pria asal Purwodadi ini di lokasi kejadian.

Tak lama, ia yang terkejut lalu memberitahukan temuan benda mencurigakan itu kepada rekannya yang berjaga di pos satpam. Keduanya kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Polrestabes Semarang.

Agus Supriyanto, satpam gereja setempat, membenarkan adanya temuan benda yang diduga bom itu. Menurutnya barang diduga bom yang ditemukan temannya berbentuk kotak kecil merah dilengkapi serabut kabel pada kedua sisinya.

"Rekan saya yang lagi beli makan kebetulan lihat barang itu pintu barat gereja. Habis itu saya langsung mengontak polisi karena barang itu takutnya membahayakan keselamatan pengunjung gereja," akunya kepada Rappler.

Tak ayal, temuan benda diduga bom di GKI Kerajaan itu mengejutkan warga setempat. Sejumlah warga Jalan Marina semburat keluar dari rumah karena penasaran dengan yang terjadi di lokasi kejadian.

Kotak diduga bom berhasil dijinakan polisi

Selang 15 menit kemudian, tim Jihandak Polda Jateng dikerahkan ke lokasi penemuan barang diduga bom dengan membawa berbagai perlengkapan penjinakan bom. Pantauan di lokasi memperlihatkan ada satu kompi Jibom yang datang naik truk Gegana.

Polisi lalu menetralisir pintu keluar GKI Kerajaan lalu petugas Jihandak dengan baju antibom menjinakan barang yang diduga bom itu. Bum! barang tersebut langsung diledakan tepat di depan gereja. "Daya ledaknya kecil karena isinya baterei," kata seorang polisi.

Ajun Komisaris Wawan Kurniawan Kabag Ops Polrestabes Semarang menyatakan tim Jihandak baru saja menjinakan barang yang diduga bom yang meresahkan warga dekat GKI Kerajaan Holly Stadium.

"Untungnya personel Gegana cepat-cepat ke lokasi begitu mendapat laporan dari warga. Itu tadi hanya butuh 10 menit untuk menetralisir dan melacak apa saja yang ada di dalam kotaknya," ungkap Wawan.

"Dari hasil penyelidikan di lokasi isinya baterai remot kontrol yang dihubungkan dengan banyak kabel lalu dikaitkan dengan kotak kecil. Timernya tidak aktif dan kami pastikan tidak ada bahan peledaknya," paparnya lagi.

Kendati demikian, ia mengaku tetap menyelidiki motif apa yang membuat barang tersebut ditaruh di depan gereja. Pun demikian upaya pelacakan terhadap pelaku akan dilakukan hingga beberapa hari ke depan.

"Barang buktinya kita periksa dulu ke Labfor Polda Jateng," ujarnya.

Villio Rossi, seorang jemaat GKI Kerajaan, mengaku heran dengan aksi teror bom di gerejanya. Padahal, setahunya Gereja Injil tak pernah berbuat masalah di muka umum.

"Makanya saya kaget kok ada teror bom. Ini pas ibadahnya pada libur semua," ujar Villio.

Sedangkan seorang pendeta GKI Kerajaan berpendapat gerejanya selama ini menjadi tempat beribadah yang meneduhkan para jemaatnya.

Bahkan sejak puluhan tahun tak kurang 12.000 orang di seantero Nusantara menjadi jemaat di GKI Kerajaan. "Di sinilah mendiang Petrus Agung Semarang berkhotbah hingga wafat dua bulan lalu," tandasnya. – Rappler.com