Haedar Nashir diprediksi bakal pimpin Muhammadiyah

JAKARTA, Indonesia—Selangkah lagi, ketua umum PP Muhammadiyah akan terpilih. Tepatnya pada malam ini, Kamis, 6 Agustus, satu dari 13 calon ketua PP Muhammadiyah akan dipilih berdasarkan musyawarah mufakat.  

Siapa saja 13 calon ketua tersebut? Ini daftar dan perolehan suaranya: 

Lalu siapa yang akan terpilih?

Menurut Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar, 13 calon ketua umum tersebut memiliki kualitas yang sama.  

“Tapi biasanya calon ketua umum dengan suara terbanyak yang akan terpilih,” kata Dahnil pada Rappler. 

Namun itu tidak bisa menjadi patokan. Pada 1938, muktamar Muhammadiyah yang diselenggarakan di Ujungpandang  — sekarang bernama Makassar — tersebut meloloskan Abdul Rozak Fachruddin sebagai ketua umum, meski dia tidak memperoleh suara terbanyak. 

“Jadi AR Fachruddin menjadi ketua karena Buya Hamka sebagai peraih suara terbanyak tidak bersedia, dia merasa tidak pantas,” katanya. 

Dalam pemilihan kali ini, Dahnil memprediksi Haedar Nashir yang akan jadi ketua umum. 

Haedar Nashir, ulama dan sosiolog 

Haedar tak hanya menamatkan program sarjananya, tapi juga S-2 dan S-3 di jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada.

Pria kelahiran Bandung, 14 Juli 1963, ini bekerja sebagai dosen. Ia juga seorang penulis. Haedar menerbitkan bukunya berjudul "Muhammadiyah Gerakan Pembaruan" pada 2010.

Tulisannya ini tak lepas dari aktivitasnya sehari-sehari sebagai Ketua PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah periode 1983-1986. Haedar selanjutnya didaulat sebagai Ketua Departemen Kader PP Muhammadiyah periode 1985-1990.

Dalam sebuah wawancara, Haedar pernah mengungkapkan opininya terkait permasalahan umat beragama di Indonesia saat ini. Ia mengatakan masyarakat Indonesia membutuhkan kehadiran agama, namun bukan yang serba fikih. 

“Tapi, agama yang berdimensi ihsan. Jadi, perspektif ihsan inilah yang perlu dihidupkan oleh agama di dalam masa modern seperti ini,” katanya—Rappler.com