Netizen tanggapi positif halaman depan Republika yang 'berasap'

 

JAKARTA, Indonesia — Ada yang unik dari halaman depan harian Republika hari ini, Kamis, 8 Oktober. Gambar dan berita-berita utama sengaja dibuat kabur, seolah-olah tertutup kabut asap.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan Republika terhadap bencana asap yang terus terjadi di provinsi Sumatera, Riau khususnya, setiap tahun, bahkan sejak zaman pemerintahan Orde Baru.

“Kita ingin membangun rasa empati masyarakat, untuk ikut merasakan dampaknya dari asap, meskipun hanya secara virtual,” kata pemimpin redaksi harian Republika Nasihin Masha kepada Rappler, Kamis.

Nasihin mengaku bahwa selama tiga hari, Republika berfokus pada pemberitaan fakta-fakta terkait asap.

“Sejak cover kedua orang sudah mulai memperhatikan 9 anak menggunakan masker. Puncaknya adalah hari ini, menghadirkan asap di kehidupan kita,” katanya. 

Salah satu berita utama yang "ditutupi" asap di halaman depan Republika berjudul Harga Solar Turun,seakan menunjukkan kepada pemerintah Indonesia untuk bertindak cepat dan tegas melawan kabut asap.

Pemerintah kemarin, Rabu, 7 Oktober, mengumumkan kebijakan paket ekonomi jilid 3. Dengan menutupi berita tersebut, Republika seakan memberi peringatan kepada pemerintah untuk lebih peduli pada keselamatan rakyat yang terkena imbas asap di Sumatera dan Kalimantan.

Sebaris kalimat di bagian bawah foto tertulis, "Saat tertutup asap semua berita jadi sulit dibaca".

Langkah ini mengundang pujian dari berbagai kalangan.

Seorang presenter sekaligus komedian Pandji Pragiwaksono ikut berkomentar terhadap halaman depan Republika hari ini.

Novelis Asma Nadia mengaku terinspirasi oleh Republika dan mengganti foto profilnya.

Anggota DPR RI sekaligus mantan pembaca berita Metro TV Meutya Hafid pun ikut menyampaikan kekagumannya atas tindakan Republika.

Tak ketinggalan, masyarakat pun ikut menanggapi positif halaman depan Republika.

Kepada Rappler, Nasihin menyampaikan harapannya agar masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan, juga menyadari akibat dari bencana asap yang tak kunjung usai.

Alhamdulillah, selain respon apresiasi, juga terjadi resonansi gerakan sosial. Itulah yang kita harapkan. Jika semua media dapat mengikuti, akan sangat baik sekali,” ujar Nasihin.

Bagaimana tanggapanmu? Apakah kamu juga mengapresiasi langkah Republika?—Rappler.com

BACA JUGA: