Indonesia wRap: 3 September 2015

Aktivis antikorupsi Teten Masduki dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Rabu, 2 September 2015. Teten, yang sebelumnya adalah anggota tim komunikasi presiden ini, mengisi posisi yang ditinggalkan Luhut Panjaitan yang belum lama ditunjuk menjadi Menkopolhukam.

"Saya pelajari dulu, saya lihat dulu," kata Teten mengenai tugas barunya. "Nanti juga saya akan konsultasi dengan Bapak Presiden ke depannya KSP ini yang diharapkan beliau seperti apa." 

Berita selengkapnya bisa dibaca di Rappler.com

Paus izinkan pastor ampuni pelaku aborsi

Paus Fransiskus memimpin doa khusus di Basilika Santo Petrus, Vatikan, 1 September 2015. Foto oleh Maurizio Brambatti/EPA

Paus Fransiskus memimpin doa khusus di Basilika Santo Petrus, Vatikan, 1 September 2015.

Foto oleh Maurizio Brambatti/EPA

Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, memberikan kewenangan bagi para pastor untuk mengampuni perempuan yang mengugurkan kandungan sepanjang peringatan Tahun Yobel. 

“Saya telah memutuskan, meskipun bertentangan (dengan tradisi gereja), untuk memberikan diskresi bagi semua pastor, selama Tahun Yobel, untuk mengampuni dosa mereka yang telah menggugurkan kandungan, dan dengan hati menyesal meminta pengampunan,” kata Paus Fransiskus, di Vatikan, Selasa,1 September.

Pengampunan dosa bagi pelaku aborsi sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh uskup atau pastor tertentu. Perempuan yang menggugurkan kandungan bisa mendapatkan "hukuman" pengucilan di gereja Katolik, karena aborsi dikategorikan sebagai dosa berat.

Baca berita ini selengkapnya di Rappler.com.

Kejuaraan voli waria se-Jabar dibubarkan FPI

Suasana di Pesantren Waria Yogyakarta. Foto oleh Prima Sulistya/Rappler

Suasana di Pesantren Waria Yogyakarta.

Foto oleh Prima Sulistya/Rappler

Front Pembela Islam (FPI) membubarkan kejuaraan bola voli untuk waria di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa, 1 September 2015. 

"Tidak dibenarkan kegiatan waria dilegalkan, karena waria sudah jelas bertentangan dengan agama, khususnya Islam," kata pengurus FPI Kota Sukabumi, Aa Nunu, Selasa, kepada media.

"Kami khawatir jika kegiatan itu dibiarkan, mereka nantinya merasa diakui. Jika sudah begitu, tak menutup kemungkinan mereka akan melaksanakan kegiatan yang lebih besar lagi. Kita wajib menjaga dan menciptakan kondusivitas Kota Sukabumi yang selama ini merupakan kota kecil yang selalu aman."

Vina, seorang waria yang juga pegiat komunitas waria muda, mengatakan bahwa ini merupakan bukti ketidakhadiran negara bagi kelompok minoritas seperti waria.

Berita selengkapnya ada di Rappler.com

Dapatkan wRap di emailmu