Menelisik jaringan pelaku teror Sarinah

Seusai divonis, Bahrun kemudian kembali ke masyarakat dan mendirikan usaha penerbitan. Ia membuat sebuah majalah berjudul Independent Post. Majalah itu hanya terbit tiga kali, dan tak terdengar gaungnya lagi. 

Usai menggarap majalah itu, nama Bahrun kembali tak terdengar. Ia menghilang lagi dan muncul pada akhir 2014. 

Kemunculannya kali ini mengagetkan rekan-rekannya di Solo, karena ia sudah berada di Suriah dan mendeklarasikan dukungan terhadap ISIS. Foto-foto Bahrun bersama senapan dan amunisi dipajang di Facebook. 

"Agak berlebihan sebenarnya," kata salah seorang yang mengenal Bahrun di Solo.

Setelah itu, ia mulai aktif bergerilya dan berkoordinasi dengan simpatisan ISIS di seluruh Tanah Air dan di ASEAN. 

Dua kejadian yang dikaitkan dengan Bahrun pada 2015 adalah peristiwa penangkapan empat orang simpatisan ISIS di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, pada medio Agustus 2015. 

Salah satunya adalah Ibad, yang menurut pemberitaan merupakan penerima dana dari Bahrun di Suriah. Yang lain hanya diketahui inisialnya, yaitu YK, yang disebut spesialis perakit bom; dan G yang disebut sebagai orang yang menyiapkan bahan peledak.  

Yang terakhir adalah seorang pemuda bernama Andika, yang dianggap terlibat namun kemudian diakui sebagai salah tangkap.

Penangkapan ini dilakukan terkait dugaan rencana peledakan kantor polisi dan bom di gereja. 

Peristiwa kedua, penangkapan dua orang simpatisan ISIS di Bekasi, yakni Nur Hamzah dan Andika. Andika, yang diduga salah tangkap tersebut, kini ditangkap kembali. Keduanya juga ditangkap karena diduga memiliki hubungan dengan Bahrun.

Satu pelaku terhubung dengan pemimpin spiritual ISIS Indonesia

Seorang terduga pelaku peledakan dan penembakan teror Sarinah tertangkap kamera. Foto oleh Alfian/EPA

Seorang terduga pelaku peledakan dan penembakan teror Sarinah tertangkap kamera.

Foto oleh Alfian/EPA

Kapolri Badrodin mengatakan polisi baru menemukan hubungan Bahrun dan kelima pelaku teror Sarinah sebatas sambungan telepon. Ada permintaan dari Bahrun pada kelimanya. Tapi Badrodin enggan menyebut permintaan yang dimaksud. 

Penelisikan kepolisian pada hubungan mereka pun masih dilakukan. 

Di Solo, nama-nama pelaku teror Sarinah sempat beredar. Satu dari lima orang teridentifikasi. Pelaku pertama disebut terlibat pelatihan "jihadis" di Aceh berinisial AF asal Karawang. 

Ia divonis 7 tahun penjara dan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. 

AF disebut sangat dekat dengan pemimpin spiritual Aman Abdurrahman yang mendekam di penjara Nusakambangan saat ini. 

Namun nama ini belum terkonfirmasi dengan kepolisian, sebab hingga saat ini pihak kepolisian masih belum mengeluarkan data resminya. 

“Kemungkinannya terhubung dengan Aman Abdurrahman ada,” kata Badrodin. Tapi sekali lagi, polisi masih mengidentifikasi jenazah pelaku hingga saat ini. 

Sumber Rappler di Solo membenarkan tentang hal ini. Identitas AF diyakini adalah anggota ISIS yang masih berhubungan dengan Bahrun. Nama AF langsung dikenali oleh komunitas di Solo. Ia dikenal sebagai simpatisan ISIS. 

Lalu apakah Bahrun berhubungan dengan Aman terkait aksi kelima pelaku di Sarinah? Informasi ini masih belum bisa dipastikan hingga saat ini, sebab orang-orang yang mengenal Bahrun yang tak mau disebutkan namanya ini pun tak yakin pria asal Solo ini berada di mana saat ini. 

“Bisa di Suriah, bisa di Indonesia,” katanya. Keberadaannya masih sumir. Gerakan Bahrun masih sulit dideteksi, baik oleh orang yang mengenalnya, maupun pihak kepolisian.—Rappler.com

BACA JUGA: