Jokowi terima bantuan Singapura dan negara lain tangani kabut asap

JAKARTA, Indonesia — Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan menerima bantuan dari Singapura dan Malaysia untuk melawan kabut asap dan kebakaran hutan di pulau Sumatera dan Kalimantan.

“Kita kemarin sudah minta bantuan, dan dibantu dari Singapura. Masih dalam proses,” kata Jokowi hari ini, Kamis, 8 Oktober.

Selain Singapura dan Malaysia yang terkena imbas kabut asap secara langsung, Rusia dan Jepang juga akan memberikan bantuan.

“Rusia, Malaysia, Jepang, yang kita harapkan bisa mempercepat penanganan,” kata Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia sempat menolak bantuan yang ditawarkan Singapura pada September silam.

Pemerintah Singapura menawarkan bantuan melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya berupa pesawat C-130 dan pesawat Chinooks dengan maksud membuat hujan buatan.

Namun, menurut Siti, pemerintah Indonesia menolaknya bantuan tersebut dengan alasan masih sanggup menanganinya.

Lalu apa alasan Jokowi untuk menerima bantuan Singapura kali ini? 

“Karena menangani gambut berbeda dengan menangani kebakaran hutan biasa,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, Singapura akan mengirimkan 3 pesawat yang dapat membawa air dengan kapasitas besar untuk memadamkan api di lahan gambut. Rencananya, pesawat-pesawat tersebut akan tiba di Indonesia hari ini. Demikian juga dengan bantuan dari Rusia.

“Karena kita membutuhkan pesawat yang mempunyai daya mengangkut air 12 ton, 15 ton. Bukan seperti sekarang hanya 2-3 ton. Itu enggak nendang,” kata Jokowi.

Sementara itu, Jokowi akan bertolak ke Provinsi Jambi hari ini untuk meninjau langsung kabut asap yang semakin pekat. Ia juga dilaporkan akan mengunjungi Padang, Sumatera Barat, dan Pekanbaru, Riau. —Rappler.com

BACA JUGA: