Kabut asap Indonesia menyeberang ke Singapura dan Malaysia

JAKARTA, Indonesia — Kabut asap yang menyelimuti beberapa daerah di Indonesia tidak hanya mengganggu penduduk di Indonesia. Seperti sebelumnya, kabut asap ini juga terbawa ke negara tetangga: Singapura dan Malaysia. 

Menurut Bloomberg, indeks polusi udara (PSI) di Singapura pada Kamis siang tercatat 137, masuk dalam kategori tidak sehat. Namun angka ini memang tidak setinggi Juni 2013, di mana nilai PSI mencapai 401. 

Di beberapa daerah di Malaysia, termasuk Kuala Lumpur, juga diselimuti kabut asap. Di sana sudah ada imbauan agar warga tidak beraktivitas di luar rumah, atau mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.   

Dalam acara ASEAN, Anggota DPR Hamdhani Mukdhar mengatakan akan mendorong Pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan masalah asap ini. 

“Kami ingin minta maaf kepada Pemerintah Malaysia dan Singapura terkait kabut asap ini,” kata Hamdhani, Rabu, 9 September.  

 “Peristiwa ini terjadi setiap tahun bukan disengaja, tapi lebih karena musim kering yang menerpa sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.”

Di Indonesia, masalah yang sama menimpa beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan, termasuk di Riau, Jambi, Palembang, dan Palangkaraya. Beberapa sekolah diliburkan dan warga diimbau tidak keluar rumah karena indeks pencemaran udara yang tinggi. 

"Pagi ini jarak pandang hanya 2.500 meter. Ini sudah mengganggu penerbangan dan transportasi lalu lintas," kata Ardhito, prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, seperti dikutip Antara, Kamis.  

Solusi pemerintah 

TIM PEMADAM. Anggota TNI yang hendak berangkat ke Sumatera untuk memadamkan titik api yang menyebabkan kabut asap sedang mendengarkan pengarahan di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis, 10 September. Foto oleh Rappler

TIM PEMADAM. Anggota TNI yang hendak berangkat ke Sumatera untuk memadamkan titik api yang menyebabkan kabut asap sedang mendengarkan pengarahan di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis, 10 September.

Foto oleh Rappler

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Presiden Joko “Jokowi” Widodo belum lama ini berkunjung ke lokasi kabut asap.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan sudah meminta gubernur untuk bertindak tegas terhadap perusahaan yang menyebabkan kebakaran hutan. 

"Bertindak tegas terhadap perusahaan perkebunan, agar ikut terlibat dan bertanggung jawab dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Kedua, tidak memberi peluang kepada pendatang yang masuk tanpa izin dan berpotensi melakukan pembakaran hutan," ujar Tjahjo, Kamis, 10 September. 

Tentara Nasional Indonesia juga sudah memberangkatkan lebih 1.050 personel ke Palembang dan Jambi untuk memadamkan kebakaran.  

"Mereka dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Mereka yang punya kemampuan penanggulanagan bencana," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kamis, 10 September. 

Ada tiga wilayah kebakaran hutan yang akan jadi fokus pemadaman: Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Bayuasin. 

"Setelah dapat laporan BMKG, lalu pesawat kita bergerak melakukan pemantauan udara. Seiring dengan itu, tim darat ikut bergerak ke titik api," ujar Gatot.

Gatot juga mengatakan TNI akan membeli dua pesawat yang bisa digunakan untuk melakukan waterbomb. — Rappler.com 

BACA JUGA: