Kabut asap Indonesia kembali selimuti Singapura

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menyampaikan Indeks Standar Polutan (PSI) mencapai level yang “sangat tidak sehat” dengan angka 215 pada hari ini.

PSI dengan angka di atas 100 dikategorikan tidak sehat dan masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

NEA mengatakan pula bahwa kabut asap yang melanda Singapura adalah asap yang ditiup angin dari kebakaran hutan di tengah Sumatera.

Tingkat kejernihan penglihatan dari kantor-kantor di tempat tinggi dan tempat tinggi lainnya bisa dibilang nol. Seorang fotografer AFP menceritakan, ia bahkan sulit melihat dari salah satu titik tertinggi Singapura yaitu di Mount Faber. Sementara, set-perlindungan-dari-kabut-asap terjual habis di sebuah jaringan toko-toko obat saat waktu makan siang.

Pramusaji Marcus Tan, 28 tahun, yang bekerja di sebuah restoran di pinggir sungai dengan tempat duduk yang berada di udara terbuka, mengatakan ia khawatir kabut asap akan memicu asmanya.

“Saya tahu saya seharusnya memakai masker supaya saya tidak terserang asma. Tapi apakah menurutmu ada orang yang mau makan makanan yang disajikan oleh seseorang yang memakai masker?” tanya dia.

Malaysia juga dilanda kabut asap

Kabut asap juga tampak di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia, selama beberapa hari pada minggu lalu, tapi tidak mencapai level separah di Singapura.

Pada bulan September tahun lalu, Singapura bahkan harus menutup sekolah-sekolah dan membagikan masker pelindung karena indeks polusi udara mencapai level berbahaya akibat diselimuti kabut asap selama tiga minggu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia menulis di situsnya jumlah “hotspot” di Sumatera meningkat dalam 48 jam terakhir.

Hotspot adalah area dengan panas yang intens yang dideteksi satelit, menandai kebakaran telah terjadi atau area itu sangat panas dan akan segera terbakar.

Hingga Jumat, ada 69 hotspot di Sumatera, atau bertambah 43 dari dua hari sebelumnya, menurut BMKG.

Sementara di Kalimantan, area lain dengan banyak kebakaran hutan yang terjadi tiap tahunnya, ada 31 hotspot tercatat hingga Kamis tengah malam.

Kali ini ada lebih sedikit titik kebakaran hutan dibanding puncak krisis kabut asap tahun lalu.

67 titik hotspot di Riau

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan banyak hotspot kebakaran hutan dan lahan di Riau, dengan detail:

Kabupaten Rokan Hilir, seperti di Pujud dan Bagan Sinembah
Bengkalis
Kampar
Rokan Hulu
Dumai

Sementara, Posko Satgas Terpadu Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau mencatat pada Jumat pagi (26 Agustus), ada 67 hotspot di Riau:

44 di Rokan Hilir
17 di Bengkalis
4 di Siak
2 di Rokan Hulu

Asap cukup pekat dilaporkan mengepul dari lokasi hotspot.

Berdasarkan data dari BNPB, hasil analisa sebaran asap, hotspot, dan arah angin menunjukkan asap kebakaran hutan dan lahan di Riau, Indonesia, dibawa angin hingga mencapai Singapura.

Menurut pantauan BNPB, konsentrasi asap masih cukup tipis, tapi pola pergerakan angin yang ada adalah pola yang terjadi tiap musim kemarau di Riau dan dikhawatirkan meniup asap dari Riau ke Singapura, seperti telah terjadi pada 2013, 2014, dan 2015.

Upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran lahan dan hutan di Riau dilakukan, dengan pengerahan:

7.200 personil satgas darat dan udara
3 helikopter water bombing
2 pesawat Air Tractor water bombing
1 pesawat Casa (untuk hujan buatan)

BNPB menyatakan 21,7 juta air telah dijatuhkan dari udara untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Selain itu, 40 ton garam dapur telah ditaburkan ke awan-awan agar jatuh menjadi hujan. Ribuan sekat kanal, embung, dan sumur pun telah dibangun untuk mengatasi kebakaran tahunan ini. – dengan laporan AFP/Rappler.com