GBKP Pasar Minggu desak pemkot Jaksel untuk menerbitkan IMB

Majelis GBKP Pasar Minggu telah menghubungi aparat berwenang, seperti Satuan Pamong Praja dan Polres setempat untuk mencabut. Namun, mereka malah dilempar-lempar. Di saat bersamaan, pemerintah wilayah juga enggan turun tangan. Hingga saat ini, spanduk tersebut masih terbentang.

Anggota Forum Kerukunan Antar Organisasi Masyarakat, Ari Sirait mengatakan pembiaran ini adalah kegagalan pemerintah dalam menumbuhkan toleransi antar umat beragama.

"Mereka tidak menjalankan tugas sosialisasi dan pemberian pemahaman toleransi," kata Ari.

Ia juga mengaku ragu apakah warga yang menyatakan penolakan memang asli bermukim di sekitar gereja. Bila pihak pemkot memilih untuk menuruti 'pihak tidak setuju' ketimbang mengakomodasi toleransi, artinya ada pembiaran konflik horizontal di daerah tersebut.

Konflik tersebut, bila mengingat ada beberapa aksi unjuk rasa yang mendesak pihak kelurahan untuk tak mengeluarkan IMB, ditengarai menjadi salah satu penyebab jemaat belum bisa beribadah dengan tenang. Perlu kepastian dari pemerintah, salah satunya izin tempat ibadah yang permanen, bukan sekadar tawaran relokasi namun tanpa dasar yang kuat.

"Kami akan menurut untuk pindah sementara, namun tetap memperjuangkan hak kami untuk mendapat IMB di sini," kata Suah.

Menurut dia, itu juga yang disebutkan oleh Gubernur Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dalam pertemuan, karena GBKP Pasar Minggu mengikuti aturan yang ada. -Rappler.com