VIDEO: Korban kebakaran hutan di Pekanbaru: Selamatkan kami

JAKARTA, Indonesia — “Kami warga Riau ingin berbicara sesuatu kepada siapapun di luar sana. Inilah rumah kami.

Lihatlah ada asap di mana-mana. Ini bukan editan kamera. Ini bukan embun pagi yang sejuk. Ini adalah asap yang berbahaya. Ini nyata dan kami ada. Selamat datang di Riau. 

Setiap tahun kami merasakan ini. Selalu sama. Asap di mana-mana. Yang berkuasa tidak bisa apa-apa. Janji hentikan asap, tapi masih ada. 

Kepada yang berkuasa, kami juga manusia. Seharusnya kami hirup udara, bukan asap yang berbahaya. 

Kami tidak akan diam. Kami akan melawan. Ini bisa dihentikan. Agar kami tidak mati perlahan. Bertahan dan melawan.” 

Untaian kata-kata di atas terangkum dalam sebuah video karya komunitas-komunitas di Pekanbaru, Riau. Mereka menyatakan keresahan akan asap yang mengganggu pernafasan dan kehidupan mereka selama bertahun-tahun.

Indeks standar pencemaran udara di Pekanbaru sudah menunjukkan tingkat berbahaya. Warga harus memakai masker bila keluar rumah. Keadaan itu diperparah lagi dengan matinya aliran listrik di Pekanbaru. 

Berdasarkan hasil pantauan satelit, ada hampir 1.000 sebaran titik panas di Sumatera. Sumatera Selatan berada di urutan terbanyak, disusul oleh Jambi dan Riau.

Selain di Sumatera, beberapa daerah di Kalimantan juga terdampak asap dan kini siap menutup bandara bila dibutuhkan.

Polisi jadikan 107 orang tersangka

Sementara itu, kepolisian telah menetapkan 107 individu sebagai tersangkan terkait kasus pembakaran hutan di berbagai daerah di Indonesia.

"Jumlah tersangka ada 107 orang," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Polri Kombes Suharsono, di Mabes Polri, Jakarta, Senin, seperti dikutip Antaranews.com.

“Kebakaran hutan adalah kejahatan terorganisasi karena lebih dari sembilan puluh persen disebabkan manusia atau sengaja dibakar. Tujuannya membuka lahan perkebunan,” kata Herry beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sekelompok orang yang menikmati hasil dari kebakaran hutan adalah kelompok tani, pengklaim lahan, perantara penjual lahan, dan investor sawit. —Rappler.com

BACA JUGA: