WEF 2016: Leonardo DiCaprio kritik perusahaan pembakar hutan Sumatera

DAVOS, Swiss — Berbicara di forum tahunan World Economic Forum (WEF) 2016 di Davos, Swiss, aktor Hollywood Leonardo DiCaprio mengkritik keserakahan sektor korporasi yang berujung pada rusaknya alam dan, pada gilirannya, masa depan kemanusiaan. 

"Kita tidak bisa membiarkan keserakahan perusahaan-perusahaan yang berasal dari industri perminyakan, batu bara, dan gas menentukan masa depan kemanusiaan," kata DiCaprio saat berpidato setelah menerima penghargaan Crystal Awards dari WEF. 

Sebagai studi kasus, aktor yang baru saja memenangkan penghargaan Golden Globe untuk perannya di film The Revenant ini mengangkat terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia beberapa waktu lalu. 

"Sepanjang tahun 2015, kebakaran besar di Sumatera telah menghasilkan lebih banyak emisi karbon setiap harinya dibandingkan dengan emisi karbon yang dihasilkan oleh aktivitas perekonomian Amerika Serikat," ujar DiCaprio yang mendapat nominasi Oscar tahun ini.

Bekerjasama dengan Rainforest Action Network, ia mengungkapkan bahwa Leonardo DiCaprio Foundation telah melaksanakan inisiatif untuk melestarikan sebanyak lebih dari 2,5 juta hektar hutan hujan di Sumatera, terutama dalam menghadapi pertumbuhan industri minyak sawit.  

Melihat fakta tersebut, DiCaprio mengajak pemimpin-pemimpin dunia terutama di bidang bisnis untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap inisiatif-inisiatif perlindungan dan penyelamatan lingkungan hidup.

Ia menyorot fakta bahwa setiap tahunnya, hanya 3 persen dari dana filantropi yang diberikan di seluruh dunia dialokasikan untuk isu lingkungan hidup. 

Crystal Awards adalah penghargaan yang diberikan pendiri WEF Professor Klaus Schwab bersama istrinya, Hilda Schwab, kepada sejumlah pegiat bidang seni yang tidak hanya berkarya di bidangnya, tetapi juga berkontribusi untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, layaknya misi WEF itu sendiri. 

Tahun ini, penghargaan tersebut dianugerahkan kepada empat orang seniman, yakni ​pembuat patung dan instalasi seni ​asal Denmark Olafur Eliasson, ​musisi William Adams alias Will.I.Am , ​aktris dan filantropis Yao Chen, dan DiCaprio sendiri.— Rappler.com 

BACA JUGA: