LINI MASA: Farhat Abbas vs Ahmad Dhani

JAKARTA, Indonesia—Perseteruan pengacara Farhat Abbas dengan musisi Ahmad Dhani tak kunjung usai.

Farhat yang hobi menuliskan kicauan di Twitter dituntut dengan Pasal 27 ayat 3 pasal 45 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Selain itu, Farhat juga dituduh tidak mematuhi Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik.

Tindakan hukum dipilih Dhani lantaran Farhat kerap menjelek-jelekkan Dhani melalui akun Twitternya, terutama sejak 2013 saat proses peradilan Abdul Qodir Jaelany, anak Dhani, sedang berlangsung. 

Berikut lini masa perseteruan antara Farhat dan Dhani sejak Farhat menuliskan tweet-nya hingga proses peradilan yang kini tengah berlangsung.

2013

Anak bungsu Ahmad Dhani menjadi tersangka dalam kasus tabrakan di tol Jagorawi yang menewaskan tujuh orang pada Minggu, 8 September 2013.  

Saat itu, melalui akun Twitternya, Farhat mengungkapkan pendapatnya bahwa kesalahan terdapat pada Dhani,” seperti dikutip tempo.co pada Minggu, 8 September.

Selain tweet tersebut, Farhat juga sering menuliskan tweet lainnya yang dianggap memojokkan Dhani dan keluarganya.

Kelakuan Farhat membuat gusar anak-anak Dhani. Seperti dikutip dari liputan6.com anak kedua Dhani, Ahmad Jalaluddin Rumi atau biasa disapa El bahkan sempat mendaftar ke Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) untuk bertanding tinju dengan Farhat Abbas.

Namun pertandingan tinju tersebut batal lantaran Pertina tidak menyetujuinya. Selain itu, ide ini juga banyak mengundang kecaman berbagai pihak, termasuk Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan lembaga pemerhati anak.

Pada Desember akhirnya Dhani melaporkan Farhat ke pihak kepolisian. Menurut laporan detik.com Dhani membawa barang bukti yakni 140 tweet yang dikumpulkan dari akun twitter Farhat dalam periode September hingga Oktober.

2014

Seperti yang dilaporkan oleh tempo.co kasus perseteruan Dhani dan Farhat mulai masuk ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada Februari 2014.

Farhat mulai diperiksa pada akhir Januari. Tidak terima, ia pun balas menggugat Dhani. Ia juga melaporkan kuasa hukum Dhani, Ramdhan Alamsyah, kepada Polda Metro Jaya.

Akan tetapi kasusnya sebagai yang terlapor lebih dulu diproses. Sejak Februari status Farhat resmi menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik.

Pada Maret 2013, tabloidbintang.com melaporkan bahwa Farhat sempat menyampaikan permohonan maafnya kepada Dhani. Namun menurut penuturan Ramdhan, pihaknya tetap memilih untuk melanjutkan proses hukum yang ada. 

2015

Hingga saat ini, perseteruan Dhani dan Farhat masih terus berlanjut. Farhat masih sering menuliskan kritikan pedas untuk Dhani di Twitternya. Ditambah lagi, ia juga membuat tagar #pengacarapalsu sebagai panggilan untuk kuasa hukum Dhani yang menurutnya belum di sumpah oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

Pada sidang praperadilan perdana Senin, 10 Agustus, Farhat menuturkan bahwa tweet-nya hanya merupakan bentuk kritikan.

“Kenapa ada kritik? Karena Dhani memberikan anaknya kunci mobil, beliin mobil. Terus anaknya nabrak mati tujuh orang,” kata Farhat pasca menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan seperti dikutip Republika.co.id.

Pada sidang praperadilan selanjutnya Farhat tidak hadir. Sidang praperadilan memutuskan untuk tidak memenuhi gugatan Farhat dan melanjutkan proses peradilan kasus pencemaran nama baik.

Setelah dua kali tidak memenuhi panggilan, menurut laporan media sempat beredar kabar bahwa Farhat masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Namun akhirnya pada Kamis, 1 Oktober, Farhat menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Menurut laporan detik.com Farhat datang ditemani supirnya sekitar pukul tujuh pagi.

Sampai dengan hari ini, 2 Oktober, Farhat juga masih menulis tweet yang mengungkapkan kekesalannya terhadap Dhani.

Saat ini proses hukum antara Ahmad Dhani dan Farhat Abbas masih terus berlangsung. Menurutmu, siapa yang salah?—Rappler.com

BACA JUGA: