Pria yang terinfeksi virus Zika di Malaysia meninggal

 

JAKARTA, Indonesia — Pria berusia 61 tahun yang dilaporkan terinfeksi virus Zika lokal akhirnya meninggal. Namun, Pemerintah Malaysia mengatakan pria itu meninggal bukan akibat virus Zika melainkan akibat komplikasi penyakit jantung. 

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah mengatakan kepada kantor berita Bernama pada Sabtu sore kemarin penyebab pria itu meninggal karena kondisi kesehatannya yang sudah memburuk. Pria itu menderita beberapa penyakit antara lain masalah di jantung, tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya. 

Sebelumnya, pada Kamis kemarin Pemerintah Malaysia juga sudah mengkonfirmasi mengenai warganya yang terinfeksi virus Zika dari luar Negeri Jiran. Perempuan yang berusia 58 tahun itu baru saja mengunjungi putrinya di Singapura, negara yang saat ini juga terjangkit virus Zika. 

Upaya pencegahan

Jauh sebelum kasus ini mencuat, Malaysia sudah berupaya untuk memberantas penyakit yang ditularkan lewat nyamuk Aedes. Saat virus Zika mulai menjangkiti Singapura beberapa pekan lalu, mereka juga telah memperketat pengawasan.

Negeri Jiran juga telah membatasi turis masuk dari luar negeri, terutama Singapura. Upaya pengasapan (fogging) juga rutin dilakukan sembari terus mengingatkan publik untuk menghilangkan tempat nyamuk beranak pinak, seperti genangan air.

"Kasus Zika ini mungkin akan meningkat [di Malaysia], terutama bila pencegahan terhadap nyamuk Aedes tidak dlakukan secara serius oleh komunitas, individu, maupun pihak bersangkutan lainnya," tulis Kementerian Kesehatan Malaysia dalam pernyataannya.

2,6 miliar orang terancam

Pada Jumat lalu, jurnal The Lancet Infectious Diseases menuliskan bahwa 2,6 miliar orang terancam virus penyakit bawaan nyamuk. Mereka tersebar di daerah Afrika, Asia, dan Kepulauan Pasifik.

Zika sendiri adalah penyakit yang disebarkan lewat nyamuk Aedes, dan telah terdeteksi di 67 negara. Brasil adalah yang paling parah terinfeksi.

Pasien yang terjangkit akan mendapatkan gejala ringan seperti demam dan bercak merah pada kulit.

Bahaya nyata dihadapi oleh wanita hamil, karena virus ini akan menyebabkan bayi yang lahir kemungkian besar mengidap mikrosefalus —memiliki kepala dan otak berukuran lebih kecil dari normal.—Rappler.com