Netflix akan blokir penggunaan VPN dan proxy, mungkinkah efektif?

Melalui laman blog resminya, Netflix mengumumkan rencana pemblokiran proxy dan VPN yang kerap digunakan pelanggan untuk mengakses konten di luar wilayahnya. 

Dengan kata lain, jika kamu adalah pelanggan Netflix yang berasal dari Indonesia, kamu tak lagi dapat menggunakan VPN untuk mengakses konten Netflix di Amerika Serikat.

Netflix menyebutkan, perusahaan layanan streaming itu sedang mengusahakan agar semua kontennya dapat ditonton oleh semua pelanggan di seluruh dunia. Namun, sebelum itu bisa dilakukan, Netflix akan membatasi konten berdasarkan wilayah.

Kabar ini, meski tidak mengagetkan, sedikit mengurangi antusias terhadap pengumuman besar Netflix yang telah meluncurkan layanan mereka di 130 negara sekaligus dua pekan lalu.

Sejauh mana Netflix mampu terapkan aturan ini?

Kendati tulisan blog tersebut mengindikasikan bahwa Netflix dengan berat hati menerapkan larangan tersebut, patut ditunggu apa yang sebenarnya sedang Netflix rencanakan.

Hingga kini, Netflix telah mengabaikan keberadaan proxy. Alasannya, ini akan menarik calon pelanggan yang tahu kalau mereka dapat mengakses semua konten dengan menggunakan VPN. Jika ini diblokir, pelanggan akan merasa sia-sia telah membayar mahal.

Sehingga muncul dugaan bahwa niat Netflix memblokir proxy karena ada desakan dari pemilik konten.

Jika benar demikian, mungkin Netflix akan dengan sengaja meninggalkan celah untuk dapat dibobol oleh pelanggannya. Mungkin juga mereka akan mengizinkan penyedia VPN untuk mencari celah terhadap pemblokiran ini.

Namun, jika itu terjadi, pemilik konten akan merasa dirugikan. Netflix tentu berniat memuaskan penyedia konten, karena takut kerjasama dengan mereka dibatalkan.

Meski demikian, seperti yang telah kita tahu, Netflix bukan satu-satunya pemain besar di ranah ini. Ada Hulu dari AS, serta jangan lupakan iFlix dan Hooq dari Asia. Ada juga beberapa perusahaan dengan market khusus, seperti Crunchyroll, yang menayangkan koleksi anime.

Dengan kata lain, banyak kompetitor yang siap merebut posisi Netflix saat ini. —Rappler.com

Tulisan ini sebelumnya diterbitkan di Tech in Asia.

BACA JUGA: