Pertamina dan Saudi Aramco tandatangani kontrak lanjutan kilang minyak Cilacap

Petugas memeriksa fasilitas produksi energi panas bumi di sumur produksi Cluster D PT. Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu, Lampung, 14 Desember 2015. Foto oleh Reno Esnir/ANTARA

Petugas memeriksa fasilitas produksi energi panas bumi di sumur produksi Cluster D PT. Pertamina Geothermal Energy Area Ulubelu, Lampung, 14 Desember 2015.

Foto oleh Reno Esnir/ANTARA

JAKARTA, Indonesia — Pertamina dan Saudi Aramco melanjutkan tahapan Proyek Refining Development Masterplan Program (RDMP) Cilacap melalui penetapan kontrak engineering and project management services kepada Amec Foster Wheeler Energy Limited, sebuah konsultan bisnis asal Inggris. 

Keikutsertaan Saudi Aramco, perusahaan minyak milik pemerintah Arab Saudi, dalam industri kilang Indonesia adalah bagian dari upaya Pertamina untuk menjadi perusahaan energi dan petrokimia terintegrasi terbesar di dunia. 

Kontrak ditandatangani oleh Vice President of International Operations Saudi Aramco, Said Al-Hadrami, dan Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero), Rachmad Hardadi, di kantor pusat Pertamina, Jakarta hari ini, Senin, 23 Mei.

Sebelumnya, Presiden Joko “Jokowi” Widodo menerima kunjungan kehormatan Pangeran Arab Saudi, Pangeran Alwaleed Bin Talal Bin Abdulaziz Alsaud, di Istana Bogor, pada Minggu, 22 Mei.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, yang turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut, mengatakan bahwa kunjungan Pangeran Alwaleed merupakan bagian dari proses penguatan kerjasama ekonomi antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi yang dimulai sejak kunjungan Jokowi pada September 2015.

Pembicaraan kerjasama yang telah dilakukan antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi menghasilkan beberapa kesepakatan, salah satunya adalah untuk memulai pembangunan kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah.

“Dalam waktu dekat, kilang minyak Cilacap itu akan dimulai proses pembangunannya. Besok pagi (Senin) di Pertamina akan ditandatangani satu perjanjian untuk dilakukan basic engineering yang menandai dimulainya proses pengembangan kilang Cilacap,” kata Sudirman, pada Minggu.

Menurut Sudirman, selain pengembangan kilang minyak di Cilacap, Aramco sebagai pihak yang terkait dalam kerjasama tersebut juga berkomitmen untuk mengerjakan dua kilang minyak lainnya, yaitu di Balongan, Jawa Barat, dan Dumai, Riau.

“Proyek pengembangan kilang Cilacap akan dilakukan melalui kerjasama antara Pertamina dan Saudi Aramco, dan tahapan ini dianggap sebuah kemajuan yang cukup signifikan. Untuk melakukan sebuah proyek sebesar ini, keberadaan mitra strategis dengan kemampuan teknik dan finansial yang mumpuni tentu sangat diperlukan. Dan menurut kami Saudi Aramco merupakan partner yang ideal,” kata Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hadadi.

Sementara itu, VP International Operations Saudi Aramco, Said Al-Hadrami, mengatakan, “Menandatangani kontrak kerjasama pengembangan kilang Cilacap ini merupakan pencapaian yang luar biasa dalam kerjasama Saudi Aramco dengan Pertamina. Saudi Aramco melihat potensi jangka panjang dari investasi dan kerjasama ini, di mana kami melihat proyek ini akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dan juga negara dalam beberapa dekade ke depan”.

“Kami yakin proyek ini dapat meningkatkan kemakmuran Indonesia melalui ketahanan energi yang lebih baik dan memperkuat rantai nilai energi global perusahaan kami.”

Dalam 9 bulan ke depan, Amec Foster Wheeler akan mengembangan ruang lingkup terkait usulan proyek pengembangan kilang yang sudah ada di Jawa Tengah dan akan menyelesaikan konfigurasi dan paket lisensi. Diperkirakan untuk proyek pengembangan kilang Cilacap akan membutuhkan dana sebesar US$4 miliar hingga US$5 miliar.

Pertamina merencanakan menambah investasi menjadi sebesar US$5,31 miliar pada 2016, atau naik 20,7 persen dibandingkan dengan tahun ini. —Rappler.com

BACA JUGA: