Piala Gubernur Kaltim: Tundukkan Persiba dan Arema, Madura lolos ke final

JAKARTA, Indonesia — Madura United sukses merebut tiket ke tiket final Piala Gubernur Kaltim 2016 setelah 

mengalahkan Persiba Balikpapan dan Arema Cronus pada laga semifinal di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Kutai Kartanegara, Rabu, 9 Maret.

Madura United menang dua kali dalam laga semifinal dengan format trofeo, yakni tiga tim dalam satu grup akan saling bertemu dalam pertandingan selama 45 menit.

Tim yang menang langsung dalam 1x45 menit akan mendapat nilai 3. Jika kalah, dapat nilai nol.

Sementara jika hingga 45 menit laga berakhir imbang, dilakukan adu penalti dan tim yang menang memperoleh nilai 2, sementara tim kalah dapat nilai 1.

Pada laga pertama, Madura United mengalahkan Persiba lewat adu penalti yang berakhir 3-4, setelah hingga 45 menit bermain imbang 1-1.

Pada laga melawan Arema, tak ada gol tercipta selama 45 menit pertandingan. Madura United kembali bermain seri pada 45 menit pertama. Hasil akhir dilanjutkan lewat adu penalti.

Tapi Madura United kembali menunjukkan kepiawaiannya di babak adu penalti. Mereka mendapatkan tiket ke final setelah membungkam Arema 4-1.

Madura United akan berlaga di partai final pada Sabtu, 13 Maret ini.

Arema: Sistem trofeo tidak adil

Sementara itu, pelatih Arema Cronus Milomir Seslija mengaku kecewa dengan kegagalan timnya.

Menurut pelatih asal Bosnia itu, dari dua kali penampilan, skuadnya meraih poin empat, hasil dari menang melawan Persiba 1-0 dan seri melawan Madura United.

Namun malahan Madura yang harus bermain seri pada kedua pertandingan yang lolos sebagai pemenang dari sistem trofeo ini.

"Sejak awal saya menanyakan persoalan ini kepada panitia, namun tidak ada jawaban yang pasti, dan tetap menerapkan aturan sesuai mereka," kata Milomir.

Ia mengakui bahwa dalam dua kali penampilan para pemainnya sudah bermain bagus, begitu juga dengan lawan yaitu Persiba maupun Madura, keduanya juga bermain bagus dan bisa menyuguhkan pertandingan saling melawan. 

"Saya salut dengan perjuangan para pemain saya, mereka tetap saya anggap memenangi turnamen ini, meski faktanya Madura yang berhak lolos," katanya.

Senada dengan pelatih, kapten tim Arema Cronus Hamka Hamzah juga mempertanyakan regulasi pertandingan sistem trofeo yang menurutnya sangat aneh.

"Menurut saya tidak adil saja, tim kami bisa menang di pertandingan normal, namun nyatanya harus kalah dengan tim lain yang menang melalui adu penalti," kata Hamka. —Laporan Antara/Rappler.com

BACA JUGA: