Penerbangan Lion Air kembali normal setelah mogok

Calon penumpang Lion Air terpaksa menunggu lima jam di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah. Foto: Fariz Fardianto

Calon penumpang Lion Air terpaksa menunggu lima jam di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah.

Foto: Fariz Fardianto

DENPASAR/SEMARANG, Indonesia (UPDATED) – Penerbangan Lion Air di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali kembali normal Selasa sore, 10 Mei, setelah para pilot melakukan mogok kerja sejak pagi hari.

"Tadi itu dari tujuh penerbangan yang delay, empat sudah berangkat, sisanya masih delay. Kemudian yang kedatangan yang tadinya ada lima sekarang tinggal dua yang belum landing. Tapi semuanya sudah kembali normal," kata Trikora Harjo, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Selasa sore.

Trikora mengaku belum mengetahui detil apa yang sesungguhnya terjadi hingga terjadi keterlambatan massal, termasuk di bandara yang dikelolanya. "Penyebabnya adanya gangguan operasional. Konkritnya saya juga sedang tanyakan dengan pihak Lion Air di sini," katanya.

Sebelumnya diketahui pilot Lion Air melakukan aksi mogok kerja, termasuk di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. 

"Ya betul, mereka sedang mogok kerja," kata Trikora kepada Rappler Selasa siang, 10 Mei.  

Penerbangan terlambat

Akibat mogok tersebut, keterlambatan kedatangan pesawat Lion Air tidak hanya terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Maskapai dengan lambang singa berwarna merah rute Batam-Semarang juga mengalami peristiwa yang sama. Bahkan, hingga lima jam dari jadwal normal.

Berdasarkan jadwal normal, pesawat Lion Air berangkat dari Batam pukul 09:45 WIB dan tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang tepat pukul 11:40 WIB siang.

General Affairs and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Anom Fitra Anggono menyampaikan, pesawat Lion Air untuk rute Batam-Semarang tidak kunjung mendarat di Bandara Ahmad Yani sejak pukul 11:40 WIB karena delay hingga lima jam dan baru mendarat pukul 15:00 WIB.

"Telat lima jam karena pilotnya sedang ada masalah di Jakarta," kata Anom kepada Rappler, Selasa 10 Mei.

Sedangkan untuk jadwal keberangkatan dari Semarang menuju Batam pukul 16:45 WIB sore ini, kata Anom, masih terpantau dijadwal secara normal.

Ia menjelaskan begitu delay, banyak calon penumpang Lion Air yang menumpuk di terminal bandara. "Tapi penumpukan tidak terlalu signifikan," sambungnya.

Kendati demikian, menurutnya, penumpukan penumpang mampu teratasi setelah pihak bandara menyarankan berbagai opsi terbang bagi mereka, salah satunya menyarankan kepada tiap calon penumpang Lion Air untuk mengembalikan tiketnya di konter setempat (refund) atau menggunakan moda transportasi lainnya untuk melanjutkan perjalanannya.

"Mereka kita kasih opsi refund serta kalau bisa naik ke pesawat Garuda atau Citilink yang punya rute hampir mirip dengan Lion Air," terangnya.

Secara terpisah, Airport Duty Officer Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Sudiyono juga membenarkan ihwal delay Lion Air yang mencapai lima jam itu. Tapi, secara keseluruhan situasi di area bandara tetap terkendali dan kondusif.

Ia mengklaim sejauh ini tidak ada kegaduhan yang terjadi pada calon penumpang Lion Air yang tengah menunggu pesawat di lobi bandara.

"Tetap aman. Meski tadi kita sempat panik-panik karena informasi dari Jakarta jika semua pilot Lion mogok kerja," terang Sudiyono lagi.

Ia menambahkan, imbas pemogokan massal pilot Lion Air kemungkinan besar juga dirasakan oleh para penumpang di Bandara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta serta Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo.

Seorang calon penumpang Lion Air yang menolak dikutip namanya mengaku kecewa dengan layanan yang diberikan Lion Air hari ini. Saat delay, ia mengaku langsung minta refund untuk pindah ke maskapai lainnya.

"Saya pindah saja ke Garuda karena besok harus kerja di Jakarta," katanya.

 

Dijatuhi sanksi oleh Kemenhub

Peristiwa keterlambatan massal yang dialami oleh maskapai Lion telah didengar oleh Kementerian Perhubungan. Dalam jumpa pers yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Suprasetyo pada Selasa, 10 Mei, Kemenhub menjatuhkan sanksi terhadap Lion Air.

"Kemhub tidak memberikan izin penambahan rute selama 6 bulan terhitung mulai surat teguran diterbitkan,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Kemhub, Hemi Pramurahardjo kepada Rappler melalui pesan pendek pada Selasa, 10 Mei.

Sanksi tersebut, Hemi menjelaskan hanya berlaku untuk maskapai Lion Air saja dan bukan maskapai lain yang tergabung dalam Lion Grup seperti Wings Air dan Batik Air.– dengan laporan Santi Dewi/Rappler.com