FOOD REVIEW: Sajian steak murah di restoran bergaya Eropa

JAKARTA, Indonesia - Saat mendengar kata steak, apalagi kalau sudah muncul wagyu atau angus beef, kebanyakan orang pasti akan langsung merasa pusing karena memikirkan betapa mahal harganya. Belum lagi kalau makan bersama keluarga. Belum-belum kepala sudah pening membayangkan angka di bon.

Hal inilah yang mendorong Melia Vanda untuk mendirikan Willie Brothers Steakhouse. “Kami menyediakan steak premium berkualitas dengan harga terjangkau,” kata dia saat launching  di restorannya, Jakarta Barat, pada Rabu, 18 Mei 2016.

Berbeda dengan restoran steak lainnya yang ditujukan untuk segmen anak muda Jakarta. Willie Brothers memilih konsep sebagai family steakhouse. Melia sengaja memilih desain arsitektur yang menyerupai rumah.

Saat masuk dari pintu utama, pengunjung langsung disambut dengan pemandangan ruang makan rumah bergaya barat. Lengkap dengan hiasan bergaya zaman dulu (jadul) seperti jam kayu, lukisan bergaya Eropa, dan tanaman dalam ruangan. Kapasitasnya cukup besar, yakni untuk 130 orang.

Di samping kiri, ada ruangan khusus bagi pengunjung yang merokok, dengan kapasitas 20 orang. Gaya ruangan masih sama ala rumah jadul, hanya saja atapnya berupa kaca tembus pandang yang langsung menampilkan langit. Bila merasa sesak, ada pintu kecil yang mengarah ke satu petak taman kira-kira 3x3 meter. “Kami sediakan juga halaman outdoor, supaya kesannya benar-benar seperti rumah,” kata dia.

Ia juga mengantisipasi keberadaan anak-anak dengan menyediakan ruang bermain. Saat Rappler melihat-lihat, ruangan tersebut cukup luas, dengan dinding berwarna cerah yang dihias stiker-stiker tokoh kartun. Ada juga meja dan kursi kecil yang dilengkapi permainan dasar seperti balok susun dan bola-bola.

Anak-anak, menurut Melia, adalah salah satu faktor yang penting. “Kalau mereka suka satu tempat makan, pasti akan merengek untuk minta kembali lagi,” kata dia.

Saus rahasia

Setelah berkeliling melihat restoran, sesi selanjutnya menjelaskan tentang unsur terpenting: menu restoran. Karena mengusung nama steakhouse, sudah tentu menu andalan Willie Brothers adalah steak. Namun, fokus mereka bukan pada cara penyajian daging, melainkan saus.

Excutive Chef Willie Brothers Steakhouse, Mahfudji, menjelaskan saus mushroom  dan black pepper yang menjadi andalannya. “Saus ini sangat spesial karena diolah dengan bahan-bahan khusus dan diproses selama 48 jam,” kata dia.

Untuk mencapai kekentalan sempurna, gravy yang menjadi basis kedua jenis saus tersebut, terus menerus dididihkan perlahan dengan api kecil. Setelah itu, baru diproses sesuai dengan keinginan pengunjung. Selain itu, ada pula pilihan saus lain seperti smoky BBQ dan House Asian.

Chef Udji, demikian ia biasa disapa, mengaku sangat ketat dalam menyeleksi bahan. Karena itu, pengunjung tak perlu khawatir soal kualitas. “Jangan karena harga murah lalu meragukan kualitas masakan kami,” kata dia.

Daging steak pun ia pilih sendiri, langsung didatangkan dari Australia dan Amerika Serikat. Jenisnya beragam, ada angus beef, wagyu yang sangat populer, dan daging premium AS. Sama seperti restoran lain, Willie Brothers Steakhouse menyediakan tenderloin, sirloin, rib eye, dan T-bone.

Rappler berkesempatan mencicipi wagyu tenderloin steak 250 gram dengan tingkat kematangan medium rare. Untuk sausnya, adalah mushroom sauce dengan sajian pendamping salad serta mashed potato.

Chef Udji lulus ujian pertama ketika daging steak yang disajikan memiliki warna matang di luar, dan masih merah di dalam. Sari-sari daging yang menggiurkan langsung meleleh saat pisau mengiris steak menjadi potongan-potongan kecil. Daging sangat empuk dan mudah dipotong serta dikunyah, seperti hakikat wagyu yang sesungguhnya.

Namun, mushroom sauce yang digadang-gadang ternyata tidak begitu spesial sesuai dengan ceritanya. Awalnya, Rappler sempat berharap lebih ketika melihat warna saus yang coklat kental -berbeda dengan mushroom sauce yang biasanya berwarna putih. Sayang, setelah daging dicelup, ternyata rasanya... biasa saja. Bahkan, ternyata tekstur saus tak sekental penampakannya, justru cenderung agak encer. Kendati begitu, hidangan ini tetap terasa pas dan cukup lezat.

Alternatif kuliner Jakarta

Bila berdiri di Jakarta Selatan, Willie Brothers Steakhouse tentu tidak akan semencolok ini. Restoran western sejenis sudah sangat menjamur di sana. Karena itu, keputusan Melia memilih area Jakarta Barat sangat tepat.

TAMPILAN DEPAN RESTORAN. Foto oleh Ursula Florene/Rappler

TAMPILAN DEPAN RESTORAN.

Foto oleh Ursula Florene/Rappler

“Saya melihat tren kuliner mulai bergeser ke arah sini. Tempatnya juga bisa lebih luas,” kata dia.

Meski demikian, ia berharap bisa mengembangkan bisnisnya ke daerah lain di Jakarta. “Jadi keluarga-keluarga di Jakarta tak perlu lagi khawatir membayar mahal untuk makan di restoran, terutama di steakhouse,” kata dia.

Untuk satu set lengkap menu orang dewasa, menurut Melia, harganya sekitar Rp 150 ribu per orang. Sementara anak-anak Rp 100 ribu. Namun, untuk steak premium, tetap saja harus merogok kocek lebih karena dibanderol Rp 250-300 ribu per menu.

Namun, bagi yang tak menyukai masakan barat, Willie Brothers juga menyediakan menu ala Asia seperti nasi goreng dan sup iga. Nasi goreng Willie Brothers, kata Chef Udji, sangat spesial karena ada ayam goreng dan tetelan daging wagyu.

Sementara sup iga, ia sengaja memberi cita rasa tersendiri. “Kan sup iga sebenarnya banyak, tapi sama saja di mana-mana. Saya buat kuahnya agak manis dan pedas, supaya berbeda,” kata dia.

Selain itu, ada pula menu khusus untuk anak-anak seperti chicken strips dan mini hamburg steak.

Bila suatu saat bermain ke daerah Meruya Utara, kalian bisa mampir ke Jalan Pesanggrahan No. 9 untuk menjajal rumah steak baru ini. Kalian tertarik? -Rappler.com

BACA JUGA: