#RIPYongki, gajah Sumatera ditemukan mati setelah diambil gadingnya

RIP YONGKI. Gajah Sumatera bernama Yongki ini ditemukan mati di dekat Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Foto dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

RIP YONGKI. Gajah Sumatera bernama Yongki ini ditemukan mati di dekat Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Foto dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

JAKARTA, Indonesia – Seekor gajah Sumatera jinak bernama Yongki ditemukan mati dibunuh setelah diambil gadingnya, Jumat, 18 September.

Ketika ditemukan di dekat Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, gading Yongki sepanjang semeter telah diambil hingga hanya tersisa pangkal yang berdarah. Di kakinya masih ada rantai yang dipasang penjaga gajah untuk memastikan dia tetap berada di sekitar taman nasional. 

Diduga kurang dari 3.000 gajah Sumatera yang masih hidup di alam liar. Mereka sering menjadi target para pemburu karena gading yang dijual dengan harga mahal. Gading ini biasa digunakan untuk obat-obatan Cina. 

Timbul Batubara, yang bekerja di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, mengatakan masih belum jelas bagaimana Yongki dibunuh. Tidak ada peluru ditemukan bersarang di tubuhnya saat ditemukan, namun lidahnya membiru. Banyak gajah sebelumnya diracuni. 

Yongki, berusia sekitar 35 tahun, dikenal baik oleh para penjaga gajah. Nazaruddin, kepala Forum Mahut Indonesia, mengatakan para penjaga gajah sangat terguncang. 

“Kami berduka karena kehilangan gajah yang telah membantu kami menangani konflik dan membantu penjaga hutan berpatroli, dia adalah gajah yang baik.”

Gajah ini terlibat dalam patroli yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan. Para gajah jinak bisa mencegah gajah liar mengamuk di desa. Patroli menggunakan gajah ini juga membantu para penjaga hutan untuk mencegah pembalakan hutan liar yang mengancam hutan hujan tropis di Indonesia. 

Kemarahan merebak di media sosial setelah foto dari gajah tersebut beredar menggunakan hashtag #RIPYongki. 

“Saatnya kita menerapkan hukuman seumur hidup bagi para pemburu binatang yang dilindungi secara hukum,” kata seorang pengguna Facebook Aprilia Putri. — Laporan dari AFP/Rappler.com

BACA JUGA: