Saeni akan terima donasi Rp 170 juta dari netizen

JAKARTA, Indonesia — Saeni akan mendapatkan Rp 170 juta dari hasil penggalangan dana pengguna media sosial, setelah warung makannya di Serang, Banteng, dirazia Satpol PP karena tetap buka saat siang hari di bulan Ramadan.

Sebelumnya, video Satpol PP merazia warung makan Saeni dan menyita makanannya mendapat kecaman dari masyarakat, pada Rabu pekan lalu, 8 Juni. Seorang pengguna media sosial, Dwika Putra, bersama kawan-kawannya berinisiatif untuk menggalang dana membantu Saeni.

Sejak awal penggalangan dana pada Sabtu, 11 Juni, hingga Minggu, 12 Juni, telah terkumpul lebih dari Rp 265 juta. (BACA: Ditutup, sumbangan untuk Ibu Eni mencapai Rp 265 juta)

Mendapat dana sebanyak ini yang di luar ekspektasi, Dwika berpendapat ada baiknya bila sebagian turut disumbangkan kepada pedagang lain di daerah Serang dan Lebak di Banten yang juga membutuhkan.

Dwika dan rekan-rekan — yang kemudian menyebut diri sebagai Tim Patungan Netizen — menyatakan jika ada penyumbang yang tak berkenan, mereka menawarkan pengembalian dana, atau penyaluran terpisah.

Sehingga total yang akan disalurkan kepada Saeni sejumlah Rp 170.844.166,80. Sedangkan kepada pemilik warung lainnya sejumlah Rp 92.690.591,50. 

Penyaluran dana dibantu GP Ansor

Tim Patungan Netizen kemudian bekerjasama dengan sejumlah lembaga dan organisasi untuk mengatur pembagian donasi, seperti situs urun daya kitabisa.com, gerakan Aksi Cepat Tanggap, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

“Tim Patungan Netizen berdiskusi dan berkonsultasi dengan beberapa lembaga yang kompeten dan relevan, antara lain konsultasi awal dengan LBH Jakarta, untuk memastikan keabsahan penyerahan dan penyaluran bantuan di mata hukum,” kata Dwika dalam siaran persnya.

“Hal lain yang juga didiskusikan adalah porsi pembagian donasi, baik bagi Bu Eni maupun kepada pemilik warung lainnya.”

Tim Patungan Netizen kemudian memutuskan untuk bekerjasama dengan Pimpinan Pusat GP Ansor, sebuah organisasi kepemudaan di bawah Nahdlatul Ulama (NU) dengan jutaan anggota di seluruh Indonesia, untuk memastikan proses penyerahan yang transparan dan dapat dipercaya oleh publik. —Rappler.com