Setya Novanto laporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mabes Polri

JAKARTA, Indonesia – Ketua DPR, Setya Novanto melporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said ke Mabes Polri. Sudirman Said dilaporkan atas tuduhan fitnah, pencemaran nama baik, penghinaan dan pelanggaran Undang Undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Dugaan tindak pidana fitnah, pencemaran nama baik, penghinaan, dan pelanggaran ITE," kata Firman di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu 9 Desember 2015.

Upaya pelaporan ini, kata Firman, untuk meluruskan tuduhan-tuduhan yang selama ini menyerang kliennya.

"Ini sudah menyerang nama baik Setnov (Setya Novanto). Ini harus ditindak serius. Untuk itu kami ingin meluruskan tuduhan ini, makanya kami lapor ke Bareskrim," ujarnya.

Menteri ESDM telah mengadukan Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) karena diduga telah mencatut nama Presiden dan Wapres dalam perpanjangan kontrak Freeport.

Bukti rekaman pembicaraan antara Setya Novanto, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha minyak M Riza Chalid yang berisi dugaan pencatutan nama sudah diserahkan ke MKD.

Dalam persidangan MKD, Sudirman Said selaku pengadu dan Maroef Sjamsoeddin sebagai saksi telah diminta keterangannya.

Sementara Ketua DPR Setya Novanto selaku teradu juga telah dimintakan keteraangan oleh MKD dan menolak menjawab karena menilai rekaman diperoleh secara ilegal.

Sementara Riza Chalid yang akan diperiksa MKD pada Kamis (3/12) tidak hadir malah berada di luar negeri.—Laporan ANTARA/Rappler.com

BACA JUGA: