Apa yang sebaiknya kamu lakukan ketika gunung meletus?

JAKARTA, Indonesia - Posisi Indonesia yang secara geografis terletak di tiga lempeng tektoknik menyebabkan negeri ini memiliki banyak gunung berapi. Tiga lempeng yang terdiri dari Lempeng Eurasia, Indo Australia dan Pasifik saling bertabrakan.

Dengan adanya fakta tersebut, maka tak heran jika Indonesia sering dilanda bencana gempa bumi atau gunung berapi meletus. Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tercatat 22 gunung berapi yang berstatus di atas normal.

Kelud dan Sinabung termasuk dua gunung yang masih terus bererupsi. Selain itu, korban jiwa akibat letusan gunung berapi selama bulan Januari mencapai 20 orang.

Berikut hal yang dapat kamu lakukan jika menghadapi bencana letusan gunung berapi:

GUNUNG API MELETUS. Panduan mengenai hal yang sebaiknya dilakukan jika gunung berapi meletus. Ilustrasi oleh Adinda Maya/Rappler

GUNUNG API MELETUS. Panduan mengenai hal yang sebaiknya dilakukan jika gunung berapi meletus.

Ilustrasi oleh Adinda Maya/Rappler

Bersahabat dengan alam

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Malang, Subagyo, mengatakan bagi warga yang tinggal di sekitar gunung yang masih aktif, sulit untuk bertahan hidup jika tidak bersahabat dengan alam. Artinya, mau tidak mau mereka harus memahami gejala alam. Dia kemudian bercerita mengenai warga yang tinggal di sekitar Gunung Kelud, Jawa Timur.

Kelud pernah meletus pada tahun 2014 dan menewaskan 4 orang

"Insya Allah, warga sudah sadar dan paham bahwa mereka hidup di area rawan bencana. Dalam artian, mereka menyadari tidak mungkin memindahkan gunung yang sudah ada di sana atau mereka pindah, sehingga warga memutuskan 'bersalaman' dengan gunung tersebut," ujar Bagyo yang dihubungi Rappler melalui telepon pada Senin, 23 Mei. 

Menurut Bagyo, jumlah korban jiwa akibat letusan Kelud tidak banyak yakni 4 orang. Itu pun, dia menjelaskan, mereka telah mengikuti prosedur.  

"Salah satu warga ditemukan meninggal saat berada di bawah meja dan terkena asma. Sedangkan, satu lagi tewas akibat tertimpa besi penyangga saat akan mengungsi," tutur Bagyo. Sedangkan, sisanya meninggal akibat sesak nafas. 

Dalam setiap bencana sebaiknya sudah ada rencana kontigensi dan warga paham dengan mekanismenya. 

Sementara, dalam kasus letusan Gunung Sinabung, jumlah korban jiwa lebih banyak karena warga sekitar kembali ke rumah kendati belum aman untuk pulang. Seperti kejadian pada Sabtu malam, 21 Mei, terdapat 7 orang yang dilaporkan tewas akibat tersapu awan panas. - dengan laporan Santi Dewi/Rappler.com

BACA JUGA: