5 hal yang harus kamu lakukan saat terima gaji pertama

JAKARTA, Indonesia—Menerima gaji untuk pertama kalinya adalah hal yang istimewa bagi setiap orang. Setelah bertahun-tahun bergantung pada orang lain, Anda kini bisa bilang “Saya menerima uang hasil kerja keras saya sendiri.”

Selain memanjakan diri dengan membeli barang yang Anda suka, berikut ini beberapa saran baik untuk menggunakan gaji pertama Anda

“Gaji pertama gue dipakai untuk bayar utang kartu kredit orang tua yang dipakai untuk membiayai biaya keberangkatan interview (kerja) saya di Jakarta. Memang tidak bisa langsung lunas, butuh sekitar enam bulan mengangsur, tapi dari situ saya terbiasa buat bayar utang dulu setiap bulan,” kenang Nia, 33, seorang karyawan di perusahaan multinasional

Meski hal ini tidak termasuk suatu hal yang menyenangkan, membayar utang akan memberi Anda kebebasan untuk meraih tujuan finansial Anda.

Sebuah survei yang dilakukan Global Aging Institute baru-baru ini menunjukkan bahwa 84% pekerja di Asia Timur lebih mengandalkan perolehan pendapatan dari pekerjaan yang digeluti dan hanya 18% menganggap bahwa dana pensiun adalah tanggung jawab mereka.

Ini sangat disayangkan, karena waktu adalah sahabat terbaik kita dalam berinvestasi. Semakin cepat Anda memulai, semakin ringan pula jumlah uang yang perlu Anda sisihkan untuk dana pensiun.

“Mulai kerja di usia 24 tahun dan perkiraan pensiun di umur 55 tahun, paling nggak saya punya waktu sekitar 31 tahun untuk mengumpulkan uang yang saya perlukan di masa pensiun. Kondisi bapak saya yang hanya supir angkot dan ibu yang tidak bekerja menyadarkan saya bahwa di masa tua, kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri untuk menyiapkan dana pensiun ketika muda,” ujar Wawan, 34, karyawan sebuah bank swasta.

Anda bisa mulai dengan produk reksa dana atau unit link. Hanya dengan Rp 100.000, Anda sudah bisa membuka rekening reksa dana melalui bank-bank lokal yang memiliki ijin sebagai agen penjual reksa dana.

Seseorang idealnya punya setidaknya enam kali pengeluaran bulanan. Sejalan dengan waktu, besaran dana darurat yang harus disiapkan memang akan bertambah seiring dengan perubahan tahap kehidupan Anda serta bertambahnya pengeluaran-pengeluaran rutin.

Dana darurat inilah yang akan menjadi “jaring penyelamat” Anda saat terjadi keadaan tak terduga yang membutuhkan biaya besar. Ini akan mencegah Anda berutang.

“Dari awal, gaji memang sudah disisihkan untuk keperluan mendadak yang tidak terduga. Memang sih beberapa kali diambil selama bekerja, tapi sisa yang terkumpul saat gua memutuskan resign (setelah menikah) ternyata cukup lumayan,” cerita Yeye, 32, seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilik toko kue kecil.

“Sebagai ucapan syukur, gaji pertama dulu sebagian dikasih ke orang tua buat disumbangkan. Selain itu, memang ada bagian traktir temen kantor, biar lebih cepet akrab aja,” kata Nurul, 31, seorang pegawai perusahaan minyak.

Meski perusahaan Anda menyediakan asuransi kesehatan, sadari kalau fasilitas tersebut hanya berlaku selama Anda bekerja di perusahaan tersebut.

Berinvestasi pada asuransi kesehatan yang mencakup perlindungan penyakit kritis sangat dianjurkan, karena ini berarti Anda tetap terlindungi meski tidak lagi bekerja di suatu perusahaan. Semakin cepat Anda memulai semakin kecil premi yang harus Anda bayar.

Kiat-kiat di atas berasal dari LiveOlive, sebuah situs yang membekali perempuan Indonesia dalam hal pengelolaan keuangan pribadi.

BACA JUGA