Tito Karnavian dipromosikan jadi Kepala BNPT

JAKARTA, Indonesia—Kepolisian Republik Indonesia melakukan penggantian pejabat di tingkat Kepolisian Daerah Metro Jaya. Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian yang menjabat sebagai Kapolda saat ini akan diganti oleh Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto Adhimakayasa yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat. 

Tito  akan digeser menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ia menggantikan Komisaris Jenderal Polisi Saud Usman yang akan memasuki masa pensiun. Kepastian itu diperoleh dari Telegram Rahasia (TR) yang telah beredar di media dengan nomor dokumen ST/604/III/2016.

Telegram Rahasia (TR) berisi beberapa nama pejabat di lingkungan kepolisian yang dipromosikan atau diberi posisi baru. Salah satu yang akan dipromosikan adalah Tito Karnavian sebagai Kepala BNPT. Foto istimewa

Telegram Rahasia (TR) berisi beberapa nama pejabat di lingkungan kepolisian yang dipromosikan atau diberi posisi baru. Salah satu yang akan dipromosikan adalah Tito Karnavian sebagai Kepala BNPT.

Foto istimewa

Dari informasi yang diperoleh Rappler, bukan hanya Tito yang akan digeser. Beberapa pejabat lainnya, antara lain:

1. Komisaris Jenderal Polisi Saud Usman akan digeser ke Badan Reserse Kriminal Polri  

2. Irjen Polisi Jodie Rooseto dimutasi menjadi Kapolda Jawa Barat

3. Brigjen Polisi Dolly Bambang Hermawan yang semula merupakan Kapolda Riau diangkat sebagai Widyaiswara Utama Sespim Polri Lembaga Diklat Polri (Lemdikpol)

4. Brigjen Polisi Supriyanto diangkat menjadi Kapolda Riau 

5. Kombes Polisi Rachmat Mulyana yang semula menjabat sebagai Kepala Biro SDM Polda Metro Jaya diangkat menjadi Karodalpres SSDM Mabes Polri

Tito rencananya akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu, 16 Maret di Istana Negara.

Karir pesat Tito

Tito adalah jenderal polisi yang berkarir pesat. Lulusan terbaik dari Akademi Polisi ini dikenal luas saat tergabung di tim Densus 88 yang berhasil membekuk teroris kakap Dr Azahari pada 2005. Dia menjadi perwira pertama di angkatannya yang mendapat bintang karena penangkapan ini. 

Pada tahun 2007, Tito dan unit Densus 88 Antiteror berhasil menangkap puluhan tersangka yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Kecamatan Poso. Tito juga berhasil membongkar konflik Poso saat itu. 

Pemilik gelar Doktor dari Nanyang Technological University ini juga berhasil melumpuhkan Noordin M. Top di Solo, 2009. Ia dipromosikan menjadi Kepala Densus 88 setelah penangkapan tersebut.

Pada 3 September 2012, Tito ditunjuk menggantikan Inspektur Jenderal Bigman Lumban Tobing sebagai Kepala Polda Papua. Tak lama menjabat sebagai Kapolda Papua, Tito kembali dipromosikan sebagai asisten Kapolri. 

Tito juga dikenal karena perannya sebagai pemimpin tim yang menangkap Hutomo “Tommy” Mandala Putra, anak dari mantan Presiden Soeharto. 

Tito kemudian ditunjuk menjadi Kapolda Metro Jaya pada awal Juni 2015 lalu. Informasi penunjukannya bocor ke media lewat sebuah salinan telegram rahasia.

Dalam telegram itu dijelaskan bahwa posisi Kapolda Metro Jaya yang saat itu dijabat oleh Irjen Unggung Cahyono akan diserahkan ke Tito yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan pengembangan.—dengan laporan Febrian Firdaus/Rappler.com

BACA JUGA