Geraldine Roman, transgender pertama di parlemen Filipina

JAKARTA, Indonesia — Geraldine Roman menciptakan sejarah di Filipina. Politisi tersebut memenangkan satu kursi dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Bataan dalam pemilihan umum yang berlangsung pada Senin, 9 mei kemarin, yang menjadikannya transgender pertama di Filipina yang terpilih sebagai anggota parlemen.

Hasil hitung cepat Rappler hingga Selasa, 10 Mei, menunjukkan bahwa politisi dari Partai Liberal (LP) tersebut berhasil memperoleh 104.287 suara atau sekitar 62 persen. Jauh lebih besar daripada lawannya, Danilo Malana dari Partai Aksyon Demokratiko dengan 63.881 suara atau sekitar 38 persen.

Dapil I Bataan meliputi enam kota, yaitu Abucay, Dinalupihan, Hermosa, Morong, Orani, dan Samal.

Roman merupakan anak dari mantan anggota parlemen dari Bataan Antonino “Tony” Roman yang menduduki jabatannya sejak tahun 1998 hingga 2007. Tony merupakan kepala Presidential Legislative Liaison Office (PLLO) yang ditunjuk oleh Presiden Benigno Aquino III pada tahun 2010 hingga 2012.

Hak LGBT di Filipina

Meskipun beberapa pemerintahan lokal telah mengeluarkan peraturan untuk melindungi kelompok minoritas dari diskriminasi, terutama Davao City pada 2012, Quezon City pada 2014, dan Mandaue pada 2016, masih banyak yang perlu dilakukan agar kampanye anti-diskriminasi dapat berlaku secara nasional lewat kongres.

Roman sempat menyatakan, “Tujuan seluruh LGBT adalah bahwa suatu hari nanti kita tidak akan lagi bicara soal gender, melainkan tentang kemampuan, karena kita bisa berkontribusi bagi negara ini.

Apakah dengan memiliki anggota parlemen seorang transgender, tujuan ini dapat tercapai? Mungkinkah Roman berhasil menggolkan undang-undang anti-diskriminasi? Hanya waktu yang akan menjawab. —Rappler.com

BACA JUGA: