Ajakan bertaubat bagi masyarakat Riau agar turun hujan

PEKANBARU, Indonesia — Jajaran Pemerintah Provinsi Riau mengadakan salat istisqa, atau salat meminta hujan, pada Senin, 26 Oktober, melihat kondisi udara yang masih tidak sehat.

Kabut asap yang masih melingkupi ibu kota Riau, Pekanbaru, dan hujan yang tak kunjung datang membuat jajaran Polresta Pekanbaru melakukan salat istisqa di lapangan Masjid Agung An-Nur, Senin pagi.

Ratusan orang mengikuti salat yang dipimpin Imam Ustadz Harlis dan khutbah oleh Ustadz Abu Zubair Hawani. Dalam khutbahnya, Ustadz Abu Zubair Hawani mengajak seluruh umat Muslim di Riau untuk bertaubat kepada Allah SWT, karena bencana asap yang menimpa Riau saat ini merupakan teguran bagi masyarakat Riau.

"Kita lalai kepadaNya. Marilah sama-sama bertaubat. Mudah-mudahan Allah menjawab doa kita agar diturunkan hujan sehingga asap yang menimpa cepat hilang," kata Ustadz Abu dalam khutbahnya.

Turut hadir Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kapolda Riau Brigjen Dolly Bambang Hermawan, dan Danlanud Pekanbaru Rosman Nurdjadin.  

Sekolah diliburkan dua hari

Sementara itu, Pemerintah Daerah Pekanbaru meliburkan sekolah hari ini dan Selasa, 27 Oktober.

Kebijakan ini menyusul instruksi Menteri Pendidikan dan Menteri Kesehatan yang memerintahkan sekolah di daerah yang terkena kabut asap untuk diliburkan, jika indeks standar polutan udara (ISPU) di atas 200psi.

Namun, pengumuman libur hari ini ternyata tidak diketahui oleh seluruh siswa di Pekanbaru. Seperti yang terjadi di SMK Keuangan di Jalan Tuangku Tambusai. Terlihat sejumlah pelajar yang sudah terlanjur datang ke sekolah pada Senin pagi.

“Kami tidak tahu ada pengumuman libur sekolah hari ini,” kata Citra, seorang siswi SMK Keuangan.

Seorang murid lain mengatakan baru mengetahui kabar ini ketika tiba di sekolah.

“Kata guru, sekolah diliburkan dua hari, karena kabut asap masih pekat dan udara tidak sehat,” kata Evi Riyanti, siswi SMK Keuangan lainnya.

Akhirnya, para pelajar ini pun kembali pulang.

Dalam instruksi yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan disebutkan jika di daerah bencana asap indeks pencemaran udara di atas 200psi, maka seluruh sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) dan TK diliburkan. 

Sementara, jika ISPU di atas 300psi, maka seluruh tingkatan sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA diliburkan.

Hingga Senin siang, ISPU di Pekanbaru mencapai 225psi. Hari sebelumnya, Minggu, 25 Oktober, ISPU di Pekanbaru mencapai 650psi. 

Turunnya ISPU di Pekanbaru dikarenakan sempat turun hujan pada Sabtu sore, 24 Oktober, meski hanya sebentar.

Wajib libur tanpa kecuali

Sementara itu, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Senin pagi, meminta seluruh sekolah wajib libur tanpa terkecuali. 

Perintah wajib libur ini menanggapi pengumuman Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Zulfadhil yang masih membolehkan sekolah yang punya ruang kelas berpendingin ruangan untuk tetap melaksanakan proses belajar mengajar.

"Berdasarkan hasil rapat koordinasi Pemerintah Orovinsi Riau dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan bersama Kementerian Pendidikan kemarin, libur sekolah disesuaikan dengan kondisi di kabupaten/kota masing-masing. Khususnya di Kota Pekanbaru, kita sudah sepakati bersama, bahwa anak didik tetap libur sementara tanpa pengecualian," kata Arsyadjuliandi usai salat istisqa.

“Tentang kebijakan Dinas Pendidikan Pekanbaru, yang masih membolehkan belajar karena memiliki ruang kelas ber-AC akan kita tinjau lagi. Apakah benar ada instruksi khusus yang memiliki AC tetap masuk sekolah? Karena berdasarkan keputusan rapat bersama, saat ini tidak ada sekolah yang melakukan kegiatan belajar mengajar," katanya lagi.

Sebelumnya dalam surat edaran elektronik melalui pesan berantai di BlackBerry Messenger, SMS, dan pengumuman di Facebook, Zulfadhil menulis bahwa libur sekolah tersebut terkait masih berbahayanya kondisi udara akibat kabut asap. —Rappler.com

BACA JUGA: