5 hal yang harus kamu tahu soal virus Zika

JAKARTA, Indonesia — Sejumlah negara Amerika Latin kini tengah dihantui dengan wabah virus Zika. Virus ini diduga yang menyebabkan bayi lahir dengan kepala lebih kecil dari ukuran normal (mikrosefali).

Angka penderita dilaporkan terus meningkat. Brasil mengatakan jumlah bayi yang lahir mikrosefali telah mencapai hampir 4.000 sejak Oktober 2015.

Negara tetangga Brasil, seperti Kolombia, Ekuador, El Salvador dan Jamaika merekomendasikan kaum perempuan menunda kehamilan sampai diketahui lebih banyak tentang virus Zika.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan virus Zika akan menyebar ke negara-negara Amerika selain Kanada dan Cile.

Kepala WHO Margaret Chan prihatin karena virus menyebar luas, namun kekebalan masyarakat kecil.

Berikut 5 hal yang kamu perlu tahu tentang virus zika:

1. Apa itu virus Zika

Virus Zika masuk keluarga Flaviviridae. Gejala terserang virus Zika antara lain sakit kepala, ruam di wajah, leher, lengan atas, mungkin juga menyebar ke telapak tangan dan kaki, demam dan nyeri punggung.

Pertama kali  diisolasi tahun 1948 dari monyet di Hutan Zika, Uganda. Tampaknya, dari sini nama Zika dilekatkan pada virus ini.

2. Disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti

Wabah virus in diduga dibawa nyamuk Aedes aegypti. Namun peneliti masih mencurigai kemungkinan cara penyebaran selain gigitan nyamuk.

3. Hubungan antara mikrosefali dan Zika

Hubungan keduanya masih belum terkonfirmasi. Namun sejumlah bayi meninggal diketahui mengidap virus itu di otaknya.

4. Apa obat untuk mengatasi virus Zika?

Belum ada vaksin atau obat untuk mencegah demam Zika. Masyarakat diminta melindungi diri dengan mencegah gigitan nyamuk dan menjaga kesehatan.

5. Apakah Zika virus ditemukan di Indonesia?

Lembaga Eikjman pernah melaporkan kehadiran virus Zika kepada Kementerian Kesehatan. Peneliti Eikjman Institute menemukan virus tersebut saat terjadi wabah demam dengue di Provinsi Jambi, Desember 2014-April 2015. —Rappler.com

BACA JUGA