Tiga wartawan tertembak saat meliput korban begal di Medan

JAKARTA, Indonesia—Tiga wartawan di Medan, Sumatera Utara tertembak air soft gun oleh warga di Jalan Zainul Aripin, Kampung Kubur, Minggu, 29 November.

"Telah terjadi kasus penganiayaan menggunakan air soft gun," kata Kepala Bidang Humas Polisi Daerah Sumatera Utara Komisaris Besar Helfi Assegaf pada Rappler. 

Siapa saja ketiga wartawan tersebut?

Mereka saat ini sedang berada di Rumah Sakit Brimob, Medan.

Polisi telah menyita satu barang bukti berupa satu butir mimis peluru warna kuning. 

Bagaimana kejadiannya?  

Nico saat itu sedang duduk di depan Kepolisian Sektor Medan Baru, tiba-tiba seorang laki-laki yang mengaku sebagai korban begal melapor ke polisi. 

Nico sebagai wartawan pun mengikuti korban dan polisi ke tempat kejadian perkara di Kampung Kubur yang terkenal sebagai kantung judi dan narkoba. 

Saat Nico masuk, masyarakat berteriak, "Maling-maling." Saat itulah muncul seorang warga yang memakai baju putih mengeluarkan air soft gun dan melakukan penembakan terhadap Nico dan rekannya. 

Ternyata setelah dicek, laporan begal tersebut palsu. "Yang mengaku korban begal ternyata motornya digelapkan oleh kawannya, sehingga waktu cek di TKP saling berselisih, sehingga dibawa ke Polsek untuk di-clear-kan," kata Kombes Helfi.

"Saat itulah ketiga wartawan tadi menuju Kampung Kubur. Karena warga masih ramai di sana dan curiga ada orang tidak dikenal dan ada yang mengeluarkan air soft gun, ada juga yang meneriaki maling, maling, menembak ketiga wartawan tersebut," tambahnya. 

Bukan yang pertama tertembak air soft gun

 

Nico bukan wartawan pertama yang tertembak air soft gun. Pada pertengahan tahun 2014, seorang wartawan di Medan bernama Roy Simorangkir menjadi korban penembakan dan perampokan di Jalan Gaperta Ujung, Helvetia Medan. 

Usai pulang bertugas, korban dirampok yang diduga dilakukan oleh geng motor. "Dia dirampok dan ditembak saat hendak pulang ke rumahnya, informasinya sepeda motor dia juga dicuri,"ujar rekan kerja yang enggan disebutkan namanya. 

Dia juga mengatakan, pada kejadian itu, perampok menembak Roy dengan senjata soft gun. Akibatnya, Roy mengalami dua luka tembak di kepala, tangan, dan badan. Ia kemudian dirawat intensif di Rumah Sakit Pirngadi Medan. 

Perbarui informasi mengenai insiden penembakan ini dengan me-refresh halaman ini. 

Aliansi Jurnalis Indonesia minta polisi usut kasus penembakan

Ketua Aliansi Jurnalis Independen Indonesia Surwarjono mengatakan pihaknya mengutuk keras insiden tertembaknya tiga wartawan tersebut.

"Penembakan terhadap tiga jurnalis di Medan apapun alasannya tidak bisa dibenarkan. AJI mengutuk keras penembakan yang dilakukan anggota masyarakat terhadap jurnalis yang tengah melakukan liputan," katanya pada Rappler.

AJI Indonesia selanjutnya mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku dan meminta bkasus tersebut dituntaskan di pengadilan. "Pelaku harus ditangkap, diusut tuntas dan pelaku diadili," katanya.

"Harus ada efek jera terhadap para pelaku agar tidak main hakim sendiri," katanya lagi.

Kasus ini, lanjut Suwarjono, menambah daftar panjang kekerasan terhadap wartawan sepanjang tahun ini dengan pelaku terbanyak dari masyarakat.—Rappler.com

BACA JUGA